Monday, September 5, 2016

Intel? Skylake?



Generasi keenam prosesor Intel telah hadir dengan nama Skylake. Sebagai Tock di fabrikasi 14 nm, kehadirannya begitu dinantikan para pengguna PC. Harapan positif sempat muncul untuk Skylake. Apakah Intel mampu memenuhinya?
            
Beberapa bulan terakhir, pengguna PC mendapatkan banyak angin segar. Dimulai dengan kemunculan keluarga AMD R9 300 series dan NVIDIA GTX 980 Ti, Windows 10 dengan DirectX 12-nya, hingga dirilisnya dua generasi Intel sekaligus untuk PC. Ya, Broadwell yang selama ini beredar merupakan versi mobile, sedangkan untuk PC baru saja hadir sesaat sebelum Skylake dirilis. Mengapa ini terjadi?

Tick-tock dan Problema 14 nm
            
Dalam merancang roadmap-nya, Intel menggunakan prinsip tick-tock. Tick berarti generasi tersebut merupakan yang pertama menggunakan fabrikasi baru. Tock berarti generasi tersebut merupakan improvisasi lebih lanjut dari tick sebelumnya, sehingga memiliki fabrikasi yang sama namun performa yang lebih tinggi.
            
Kini, lntel telah berada di fabrikasi 14 nm. Itu artinya ukuran transistor yang digunakan sekecil 14 nm, menyusut dari sebelumnya 22 nm. Penyusutan ini berujung pada makin banyak nya transistor yang dapat dimuat di chip prosesor, di samping semakin kecilnya konsumsi energi, yang berujung ke performance per watt yang semakin tinggi. Yang pertama menggunakan fabrikasi 14 nm adalah Broadwell, iterasi tick. Sayangnya, pembuatan chip menggunakan fabrikasi 14 nm Iebih sulit dari yang diperkirakan Intel. sehingga Broadwell telat hadir di pasaran. Inilah yang menyebabkan kehadiran Broadwell dan Skylake untuk PC begitu berdekatan.

“Rumah” dan Chipset Baru
            
Kebiasaan buruk Intel, setidaknya itu opini sebagian orang, adalah gemar gonta-ganti soket. Berbeda dengan Si Merah yang begitu setia dengan soket lama, Intel acapkali ganti soket di setiap iterasi tock. Ivy Bridge {tick 22 nm} menggunakan soket 1155, lalu Haswell {tock 22 nm} menggunakan soket 1150. Broadwell {tick 14 nm} munggunakan soket yang sama {ll5O}, namun Skylake {tock 14 nm} menggunakan soket 1151. Imbasnya? Tidak ada solusi lain selain ganti motherboard.
            
Selain soket, chipset yang menyertai juga baru. Jika Haswell dan Broadwell menggunakan chipset H97 / Z97, di Skylake Intel memperkenalkan chipset Z170. Belum jelas apakah Intel akan merilis varian chipset lainnya, mengingat di Haswell dahulu pilihan begitu melimpah mulai dari kelas buwah seperti H81 hingga kelas atas seperti Z97.


           
Yang pasti, chipset Z170 membawa beberapa perubahan yang signifikan. Yang paling terlihat adalah dukungan terhadap DDR4, seperti yang dilakukan chipset X99. Bedanya, X99 mendukung quad channel, sedangkan Z170 hanya sebatas dual channel. Walau begitu, chipset Z170 tetap mendukung DDR3L, bergantung kepada versi motherboard yang Anda pilih. Unluk ukuran RAM maksimal yang didukung oleh Skylake sendiri sebesar 64 GB, 2 kali lebih besar dari yang didukung oleh Haswell.

Selain itu, chipset Z170 membawa 20 lane PCIe 3.0, yang merupakan upgrade besar dari sebelumnya yang hanya 8 lane PCIe 2.0. Lane tersebut memang tidak akan digunakan oleh GPU mengingat GPU menggunakan 16 lane dari prosesor. Alih-alih, lane tersebut dapat dimanfaatkan untuk next-gen storage seperti M.2 berbasis PCIe. Dengan potensi kecepatan 1 GB/s untuk setiap lane. PCIe akan menjadi alternatif yang susuai untuk menggantikan SATA3 sebagai konektor storage kelas atas.

Z170 nantinya juga dilengkapi dengan DMI 3.0. DMI [Direct Media Interface) adalah interface yang menjadi jalur komunikasi prosesor dan chipset. Dengan DMI 3.0, bandwidth jalur tersebut menjadi sebesar 32 Gb/s, sehingga lane yang ada di Z170 dapat dimanfaatkan dengan baik. Perlu diketahui, seluruh komponen PC memiliki controller masing-masing yang digunakan untuk berkomunikasi dengan prosesor. Sejak Intel menghilangkan northbridge, komponen terpenting seperti RAM dan GPU memiliki controller yang langsung ditanam di chip prosesor, sehingga komunikasi keduanya dengan prosesor menjadi sangat cepat. Komponen lain seperti storage dan port USB dikontrol oleh chipset. Agar dapat berkomunikasi dengan prosesor, digunakanlah DMI. Masalahnya, DMI sebelum Skylake memiliki bandwidth yang kecil sehingga potensi terjadi bottleneck menjadi lebih tinggi, terlebih dengan semakin majunya teknologi storage. Dengan bandwidth yang lebih lebar, komunikasi akan terjalin lebih cepat, sehingga dampak yang terasa bagi pengguna akhir adalah performa storage yang lebih baik.



Satu hal yang disayangkan dari Z170 adalah minus dukungan natif terhadap USB 3.1. Meski begitu. beberapa pabrikan motherboard menyikapi ini dengan menggunakan controller eksternal yang akan terhubung ke chipset via salah satu lane PCIe. Tampaknya. dukungan natif USB 3.1 baru akan hadir di Skylake-E.

SKU Skylake

Hingga tulisan ini dimuat, Intel baru mengumumkan 2 varian Skylake : Intel Core i7 6700K dan Core i5 6600K. Keduanya memiliki TDP sebesar 95 W. Konfigurasi keduanya mirip seperti yang kita lihat di Haswell : Core i7 dengan 4 core / 8 thread, sedangkan Core i5 4 core / 4 thread. Base clock 6700K adalah 4 GHz, sedangkan 6600K berada di level 3.5 GHz. Untuk boost, clock akan mencapai 4.2 GHz untuk 6700K dan 3.9 GHz untuk 6600K. Tentu saja, label K berarti Anda dapat meningkatkan clock-nya. Di Indonesia, keduanya dijual dengan harga yang tidak jauh berbeda dengan varian yang mereka gantikan di Devil Canyon : Rp 3.500.000 untuk 6600K dan Rp 5.000.000 untuk 6700K.

Dibanding Broadwell, prosesor Skylake tidak dilengkapi iGPU terbaru Intel yang memiliki EU {Execution Unit} lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan dengan iGPU di Haswell. Di hasil pengujian gaming, iGPU Broadwell tampil perkasa, bahkan mampu mengalahkan varian tertinggi APU rnilik AMD. Namun, karena 6700K dan 6600K adalah prosesor kelas menengah ke atas. pemiliknya pasti tidak akan peduli terhadap perfoma iGPUnya, mengingat mereka pasti akan menggunakan GPU diskret guna memompa performa grafis PC mereka.

Sebagai tambahan, calon pengguna 6700K dan 6600K harus menyediakan pendingin sendiri rnengingat Intel tidak menyediakan stock cooling sebagai paket penjualan. Meski begitu, Intel tetap merilis cooling "official" untuk Skylake, yang dinamakan Intel Thermal Solution TSl5A. Pendingin ini dapat dibeli terpisah, dengan kisaran harga $ 41. Harganya, memang tergolong rnahal jika dibandingkan dengan pendingin entry level dari pihak ketiga, namun pengguna mendapat kemudahan dalam instalasinya, layaknya stock cooling lntel lainnya.

Untuk SKU lainnya, belum ada pengumuman resmi dari Intel. Namun, berkaca pada generasi sebelumnya, Intel tampaknya akan merilis varian Skylake untuk berbagai segmen harga, mulai dari non-Core i series hingga ke Core i7 seri K. Versi mobile-nya sendiri tampaknya akan hadir lebih lama mengingat Broadwell masih diandalkan di kelas mobile.

Built for Overclockers
            
Salah satu alasan Skylake banyak dinanti adalah potensi overclocking-nya. Tak heran pula, dua varian awal dari Skylake adalah prosesor kelas premium dengan unlocked multiplier. Tak hanya multiplier seperti yang banyak kami temukan di Haswell seri K, di Skylake sari K BCLK juga unlocked. BCLK sendiri adalah base clock. Perkalian antara BCLK dengan multiplier akan menghasilkan clock prosesor yang umum kita temui di spesifikasi.


            
Pada umumnya. prosesor Intel memiliki BCLK sebesar 100 MHZ. Multiplier-nya yang berbeda-beda, bergantung pada prosesor itu sendiri. Sebagai contoh, prosesor dengan base clock 4 GHZ akan memiliki multiplier maksimal 40, karena 40 x 100 MHz = 4 GHz. Sejak berakhirnya era Core 2 Duo/ Quad, overclocking umumnya hanya melalui multiplier yang ditingkatkan. Misalnya yang awalnya maksimal 40, diubah menjadi 45, sehingga kini prosesor dapat berjalan di frekuensi 4.5 GHz. Di sinilah Skylake unggul.
            
Pada Skylake, selain multiplier, BCLK juga bisa diubah sesuka hati. Anda dapat mengubah BCLK per 1 MHz demi overclocking yang lebih leluasa. Tentunya, jika memang prosesor sanggup{terrmasuk konfigurasi voltase} dun didukung pendingin yang kompeten. Kembali ke contoh, di Skylake BCLK tadi dapat diubah dari 100 MHz menjadi 150 MHz, sehingga kini prosesor memiliki frekuensi 6 GHz. Terdengar ekstrem? Tentu saja. Maka dari itu, jika BCLK dinaikkan, maka multiplier harus disesuaikan agar hasil akhir tidak di luar kemampuan prosesor. Misalnya dengan BCLK 150 MHz, multiplier-nya diubah menjadi 32, sehingga hasil akhirnya 4.8 GHz. Pada akhirnya, semakin banyak opsi yang dapat dicoba oleh para overclocker atau enthusiast demi mendapatkan kinerja ekstra dari prosesornya.
            
Selain prosesor, RAM juga dapat di-overclock lebih jauh lagi. lni dikarenakan Skylake mendukung DDR4 hingga frukuensi 4.133 MHz.

Mobile Xeon?
            
Hingga tulisan ini dimuat, Intel belum merilis varian mobile dari Skylake. Namun di satu postingan blog resminya, lntel sempat memperbincangkan varian Skylake untuk mobile. Bukan dalam nama Core i3/i5/i7 atau Pentium, namun Xeon. Ya, Xeon tampaknya akan memulai debut di notebook menggunakan arsitektur Skylake.
            


Belum banyak detail yang diberikan Intel mengenai Xeon, seperti konfigurasi jumlah core, clock speed, dan TDP. Meski begitu, membawa nama Xeon berarti kita dapat berharap fitur server grade seperti akses ke ECC memory, hardware-assisted security, dan sertifikat ISV workstation. Lebih lanjut lagi, di
postingan yang sama Intel sempat menyebut E3-15OOM v5 sebagai nama yang akan digunakan lini prosesor Xeon mobile. Detail hanya terbatas pada dukungan vPro, Thunderbolt 3, dan akses ke ECC memory. Kemungkinan besar Intel akan merilis informasi lanjutan pada Intel Developer Forum, yang hingga tulisan ini dimuat, belum dimulai. Sejauh ini, baru Lenovo yang menyatakan akan menggunakan prosesor tersebut di dua notebook barunya, P5O dan P7O.

Upgrade ke Skylake?
            
Pertanyaan yang selalu muncul ketika generasi prosesor terbaru dirilis adalah mengenai apakah perlu atau tidaknya untuk langsung melakukan upgrade ke generasi terbaru tersebut. Untuk Skylake, kami memiliki jawaban yang beragam, beragam pada prosesor generasi keberapa yang sedang Anda gunakan. Tentu dengan catatan, Anda sedang menggunakan prosesor Core i5 atau i7. Jika Anda menggunakan Core i3 atau Pentium, maka upgrade ke Skylake (67OOK atau 6600K) akan memberikan peningkatan performa yang signifikan, sedikit lebih dari upgrade ke Core i5 alau i7 di generasi yang sama.
            
Jika Anda pengguna Core i5 atau i7 generasi ketiga (Ivy Bridge) atau generasi keempat (Haswell), upgrade ke Skylake tidak akan memberikan peningkatan performa yang signifikan. Hingga sekarang, kedua generasi tersebut masih sunggup memenuhi pekerjaan komputasi berat seperti bermain game terbaru atau video editing. Anda hanya kehilangan dukungan terhadap DDR4 jika dibandingkan dungan Skylake.


            
Jika Anda pengguna generasi kedua (Sandy Bridge), opsi upgrade lebih masuk akal, meski belum sampai taraf direkomendasikan. Jika dana Anda mencukupi, upgrade akan lebih masuk akal mengingat Anda telah melompati 2 level fabrikasi, dari 32 nm ke 14 nm. Selain itu, beberapa fitur yang relatif baru (jika dibandingkan dengan generasi Sandy Bridge) juga akan Anda nikmati, seperti dukungan natif terhadap USB 3.0, slot M2 berbasis PCIe, dan SATA Express.
            
Jika Anda pengguna generasi sebelum Sandy Bridge, upgrade adalah hal yang kami sarankan. Upgrade dari generasi tersebut ke Skylake akan memberikan efek yang signifikan, baik dalam hal performa, kompatibilitas komponen pendukung, dan teknologi terbaru lainnya.
            
Bagaimana dengan pungguna yang baru akan menggunakan PC? Lagi-lagi, kasusnya seperti pengguna generasi kedua. Jika dana Anda rnencukupi dan ingin lebih future-proof, maka ambil Skylake. Di sini faktor dana berpengaruh karena varian Skylake yang sudah rilis masih yang kelas menengah ke atas. Begitu juga dengan chipset Z170 yang tergolong baru, sehingga harga motherboard untuk Skylake relatif lebih tinggi dari motherboard untuk Haswell.

Setelah Skylake
            
Lalu, apakah Intel akan berhenti setelah Skylake? Tidak. Jika tick-tock yang dijadikan acuan, harusnya setelah Skylake akan ada fabrikasi baru, yaitu 10 nm. Intel sendiri menamainya Cannonlake. Masalahnya, menyusutkan ukuran transistor adalah pekerjaan yang sulit, apalagi ketika Intel telah berada di level 14 nm di mana pembuat chip prosesor lainnya masih berada di level 28 nm ke atas. Atas dasar itu, Intel berencana menunda Cannonlake, dan menyisipkan Kabin Lake sebagai generasi ketiga {setelah Broadwell dan Skylake} yang menggunakan fabrikasi 14 nm. Posisi Kabin Lake ini sendiri seperti Devil Canyon {Haswell Refresh} yang menjadi "pengalih perhatian" ketika Broadwell telat hadir di pasaran. Well, mari kita tunggu apakah Intel mampu meneruskan tick-tock-nya atau beralih ke iterasi yang lebih "manusiawi".
Baca selengkapnya

Friday, September 2, 2016

Cara install ulang semua samsung galaxy

install ulang semua samsung galaxy


  pernah bootloop? atau hape ngelag? mau ke konter tapi gak ada uangnya? ok disini tipsnya:D

kalian tidak usah ke konter kalau disini ada ilmunya daripada mahal-mahal mending install ulang sendiri
takut? kapan mau bisa kalau selalu takut, kalau ikutin caranya benar insyaallah tidak akan rusak dan work 100%

oke langsung saja yah, siapkan :
1. hp yang mau instal ulang(khusus samsung)
2. komputer(PC)/Laptop
3. sedia cemilan dan minuman:D(yang ini gak wajib)
4. samsung usb driver, silakan download DISINI
5. Odin DISINI
6. firmware DISINI (Sesuaikan dengan model samsung galaxy kalian, untuk yg tidak tahu modelnya biasanya ada pada saat boot seperti gambar dibawah ini :



  ok lanjut tutor :
1. install samsung usb drivernya
2. matikan hp kalian
3. setelah sudah benar-benar mati kalian pencet tombol (volume down+tombol home+power) secara bersamaan hingga muncul seperti ini


4. lalu pencet volume up untuk continue hingga seperti ini

                            

5. setelah itu buka aplikasi odinnya
6. colok hpnya ke pc/lapton dengan kabel usb hingga terdeteksi 


7. extract firmwarenya(jika dibutuhkan) 
note: file yg seharusnya berformat .tar.md5 apabila file yang kalian download sudah berformat di atas maka tidak usah di extract lagi
8. masukan file blablabla.tar.md5 di tab pda


9. masukan pit juga bila ada filnya (file berformat .pit) 


10. dan sisanya kalau ada


11. klik start di odin dan tunggu dan hp kalian akan berubah seperti ini


12. setelah selesai odin akan berubah warna menjadi hijau dan bertuliskan pass


13. selesi :D

 Tambahan : 
jika masih tidak mau masuk ke menu setelah instal ulaang, caranya

1. cabut baterai lalu pasangkan lagi
2. pencet volume up+tombol home+power hingga ada gambat android sedang dibongkar
3. setelah itu pilih wipe data/factory reset dan wipe cahce 
note: untuk memilih coba tombol powe atau home untuk navigasi atau geraknya pakai tombol volume
4. setelah selesai pilih yang reboot 

Semoga bermanfaat









Baca selengkapnya

Pilah-pilih VGA



VGA (Video Graphics Accelerator) card fungsinya adalah untuk mengolah data grafis yang akan ditampilkan pada layar monitor. VGA add-on biasanya disebut dengan VGA card, karena komponen ini memiliki bentuk seperti kartu yg ditancapkan pada motherboard melalui satu slot yg khusus.
Sedangkan bila anda menambah VGA card lain, maka biasanya baru disebut sebagai VGA add-on.
Berikut ini Cara Memilih VGA add-on yang Sesuai langkah-langkah untuk memilih VGA add-on yang sesuai agar nantinya dapat terwujud hasil yang optimal :
Tips memilih VGA

Jenis slot harus sesuai dengan yang ada pada Motherboard
VGA mempunyai dua jenis slot yang berbeda. Ada 2 (dua) jenis slot untuk VGA yaitu PCI-Express (PCI-E) dan AGP. Untuk Jenis slot AGP saat ini sangat jarang ditemukan. Jenis slot AGP banyak digunakan pada motherboard lama sedangkan untuk saat ini sebagian besar motherboard menggunakan slot PCI-E.

Spesifikasi VGA

Ketika memilih VGA lebih baiknya Anda musti memperhatikan tiga hal berikut ini. Tigahal yang harus anda perhatikan dari spesifikasi VGA itu adalah kapasitas memori, jenis memori dan lebar jalur komunikasi (buswidth).
Sebagai contoh VGA dengan spesifikasi 256 MB DDR3 128 bit. Angka 256 MB itu mempunyai arti bahwa besarnya memory VGA tersebut adalah senilai angka tersebut. Hal ini berpengaruh pada tingginya resolusi yang mampu didukung oleh VGA tersebut. Apabila hendak menggunakan monitor yang berukuran besar maka kapasitas memory VGAnya juga harus lebih besar.
DDR3 artinya jenis memori yang mengacu pada kecepatan aksesnya. DDR3 relatif lebih cepat aksesnya dibanding dengan DDR2. Angkat 128 bit artinya lebar jalurnya, semakin lebar jalurnya, semakin banyak pula data yang dapat lewat dalam 1 (satu) waktu.

Jangan Lupakan Tipe GPU

GPU mempunyai kecepatan (core clock) yang dapat diukur dengan satuan MHz. Intinya GPU generasi yang lebih baru penampilannya juga lebih baik dibandingkan dengan generasi yang lama, yang penting spesifikasi memorinya sebanding.

Jangan Lupakan Port Output

Dari beberapa faktor-faktor yang telah diulas diatas masih ada lagi hal yang musti anda ketahui untuk memilih VGA add-on yang sesuai. Hal yang harus diperhatikan adalah port keluarannya. Ada yg masih D-Sub (port yg biasanya digunakan pada monitor CRT), ada juga yang DVI (jenis ini biasanya digunakan untuk beberapa jenis monitor LCD) dan bahkan ada yang HDMI (untuk monitor LCD High Definition). Kebanyakan ada port S-Video (port berbentuk bulat untuk dihubungkan dengan pesawat TV). Fungsi port S-Video tersebut yaitu digunakan sebagai monitor.

Fitur Support Tambahan

Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam memilih VGA adalah tentang fitur lain yang mendukung VGA agar lebih baik. Fitur satu ini patut untuk anda pertimbangkan dalam memilih VGA. Contoh fitur yang dapat mendukung VGA Direct (DX) versi tertentu. Fitur ini harus disatukan dengan sistem operasi atau aplikasi yang akan dipakai agar kualitas gambarnya lebih mantab.
Versi terbaru dari DirectX adalah DX10. Sebaiknya anda memilih VGA yang sudah support DX10 jika anda menggunakan sistem operasi Windows Vista. Untuk saat ini pada umumnya VGA generasi terbaru sudah mendukung DX10.
Demikian ulasan dari kami tentang cara memilih VGA add – on yang sesuai, semoga penyampaiannya diatas dapat bermanfaat bagi anda dan terima kasih atas kunjungannya.
Baca selengkapnya

Thursday, September 1, 2016

Bully Schoolarship Edition (PC)

Bully Schoolarship Edition


   Hai Kawan Apa yang kalian pikirkan tentang kata bully??..
pasti kalian akan berfikir pelecehan bukan:D .. haha tenang-tenang Dunia IT tidak akan membahas itu kali ini saya akan share game! boleh kan? ga sesuai judul yahh:D heheh walau begitu saya juga gamer:D
ada pepatah bilang jangan liat covernya tapi liat isinya!!.

  ok saya akan mengganti konten saya disini saya akan berbagi software juga lho, dari game android ataupun pc

dari software game, antifirus, dan office

NOTE : Jika ada software yang kalian mau silahkan request melalui komen yah:D

ok langsung saja bully adalah game ps 2 yang di remake/remaster di pc jadi bully pc ini grafiknya setara dengan bully yang ada di ps 3, 

ps 3? emang ada?
kalau kalian berfikir seperti itu, tentu saja ada sekarang playstation/ps sudah menyediakan fitur "ps 2 to ps 3" atau "ps 2 to ps 4" tapi ingat tidak semua game ps 2 ada di ps

ok langsung saja ya nii ssnya




System Requirements:
minimal:
Processor : Intel® Pentium® 4 processor, AMD Athlon™ processor
Processor Speed: 3GHz
Operating System: Windows XP, Windows Vista
System Memory: 1GB RAM
Hard Drive Space: 4.7GB
Video Card: DirectX 9.0c-compatible NVIDIA 6800 or 7300 or ATI RADEON X1300 or better video card with Shader 3.0 support
Sound Card: DirectX 9-compatible sound card

Kalau Kalian mau silahkan klik link dibawah ini:
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
|Google drive : {DISINI}                                                                                                                |
|Patch 1.2      : {DISINI}                                                                                                               |
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Cara Install : 

1. Extract bully schoolarship edition.zip
2. mount bully schoolarship edition.iso dengan daemon tool atau semacamnya
3. Jalankan setup.exe tunggu beberapa saat hingga selesai installnya
4. extract bully patch v1
5. buka foldernya dan jalankan bully patch v1.2 seperti kalian install game bullynya 
6. enjoy it

password : maugame2

Semoga Bermanfaat :D

Baca selengkapnya

Wednesday, August 31, 2016

Subnetting IP

            CARA MENGHITUNG IP ADDRESS, SUBNET MASK DAN NET ID


Konsep Subnetting

Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA 1.


Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.

Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:

Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.

Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.

Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:

CLASS OKTET PERTAMA SUBNET MAS DEFAULT PRIVATE ADDRESS
A 1-127 255.0.0.0 10.0.0.0-10.255.255.255
B 128-191 255.255.0.0 172.16.0.0-172.31.255.255
C 192-223 255.255.255.0 192.168.0.0-192.168.255.255
Perhitungan Subnetting

Setelah memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:

Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
Host Terakhir 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1
Host Terakhir 172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254 172.16.255.254
Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:

Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.

Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan:

Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
0.0.0
1.0.0
 
254.0.0
255.0.0

Host Pertama
0.0.1
1.0.1
 
254.0.1
255.0.1

Host Terakhir
0.255.254
1.255.254
 
254.255.254
255.255.254

Broadcast
0.255.255
1.255.255
 
254.255.255
255.255.255

Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya

Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2</blockquote>
Baca selengkapnya

Tuesday, August 30, 2016

Jenis-jenis IP Address


Membahas kelanjutan dari pos kita sebelumnya yang membahas tentang ip address, saya sudah berjanji akan membahas class dari ip-ip tersebut

ip address memang tidak sedikit om:D ada 5 kelas om class A, B, C, D, E dan masing-masing class memiliki rumus dan angka yang berbeda-beda

rumus? emang matematika!
iya gan rumus untung menghitung ip adsress atau subneting IP kita akan bahas di pos berikutnya kan

ok lanjut gan ip memang terbagi menjadi 3 dan memiliki angka yang berbeda-beda

class A : 0-127
class B : 128-191
class C : 192-223
class D : 224-239
class E : 240-255

nah ip yang biasanya dipakai oleh isp atau internet service provider adalah class C karna memang class C mudah buat di subneting

ok gan sampai sini dulu gan!!

diposan berikutnya siap-siap pusing ya gan karna kita akan membahas cara subneting ip address

god luck guys
Baca selengkapnya

Monday, August 29, 2016

IP Adress

IP Address



    haii guyss.. disini saya bakal ngejelasin kekalian tentang IP jaringan.
IP? ya ip, ip itu semacam alamat rumah gitu loh guys tapi didalam jaringan ip itu buat mengkonekan internet
ibara IP itu alamat kalian dan kuota itu adalah paket barang nah kalau kalian tidak punya alamat(IP) bagaimana barang(kuota) itu sampai ke kalian makanya kalian dikasih alamat(IP) agar barang(kuota) sampai ke kalian tnpa IP tidak ada yang namanya internet, paham kan?

Contoh IP :
192.168.100.3
26.25.24.23
1.1.1.1

kalau kalian mengerti jaringan pasti kalian paham tentang angka-angka yang diatas itu 

Q : fungsi angka itu apa sih?
A : ya memberikan alamat untuk jaringan anda

Q : kepanjangan IP Adress apa?
A : IP (Internet Protocol) Address (Alamat), jadi internet itu melihat alamat dari IP jaringan kita

Q : Berapa banyak sih IP itu?
A : IP terbagi menjadi 3 yaitu class A, B ,C nanti kita akan bahas di posan berikutnya

Semua barang yang ada kata jaringannya entah itu WiFi, Bluetooth, FTP, pasti mempunyai IP
Perusahaan seperti XL, Indosat, Three itu mereka mempunyai IP tersendiri


                 Sekian Dari saya jika kalian tahu selebihnya tentang IP atau ada pengertian yang salah tentang IP
Silahkan coment di bawah

Terimakasih !!
   
BYEEEE
Baca selengkapnya